Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Alasan Pemerintah Melarang Masyarakat Mudik Di Masa Pandemi?

Mudik di Indonesia kok dilarang pemerintah? Kira-kira apa sih penyebab pemerintah melarang warga masyarakatnya untuk mudik pulang ke kampung halamannya? Apa yang mendasari keputusan pemerintah mengeluarkan larangan mudik tersebut?

Pertama-tama kita sejenak ke negara India. Pemerintah India memutuskan untuk melakukan pelonggaran dengan tidak membatalkan festival atau acara keagamaan. Akibatnya rakyat berkerumun dan terjadilah penularan virus Covid. India mengalami gelombang tsunami Covid di mana begitu banyak sekali rakyat India meninggal akibat Covid. Rumah sakit di India tidak dapat menampung pasien dan lapangan-lapangan berubah menjadi lokasi kremasi jenazah. Saat artikel ini ditulis, baik di India dan negara lainnya mengalami lonjakan Covid gelombang kedua.

Alasan pemerintah melarang mudik
Apa alasan pemerintah melarang mudik warga masyarakatnya?

Berkaca dari India, maka oleh sebab itulah mengapa pemerintah Indonesia melarang masyarakatnya untuk mudik yaitu demi keselamatan rakyatnya. Diperkirakan jika mudik di Indonesia diperbolehkan oleh pemertintah maka sekitar 70% - 80% penduduk Indonesia serentak akan mudik ke kampung halamannya di mana pergerakan besar ini tentunya akan dapat memicu kerumunan dan dapat meningkatkan risiko penularan Covid. Jika akibat mudik tersebut penularan Covid benar terjadi dan menyebar luas maka bisa saja di Indonesia terjadi gelombang tsunami Covid seperti yang terjadi di negara India. Itu tentunya yang tidak diharapkan oleh kita semua bukan?

Kapankah pemerintah Indonesia memperbolehkan mudik?

Sebenarnya bisa saja larangan mudik ditiadakan asal sedari awal masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan selalu rajin mencuci tangan.

Faktanya, jika kita lihat dalam keseharian kita banyak sekali orang di sekitar kita yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak. Orang yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak tentu bisa saja mengidap Covid tanpa gejala (OTG - orang tanpa gejala) yang bisa menularkan ke orang lain atau jika orang itu sehat tetapi tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak maka dia dapat tertular virus Corona.

Andaikan saya atau Anda berada pada posisi sebagai orang yang menjabat di pemerintahan apakah itu sebagai presiden, gubernur, camat, lurah atau yang lainnya yang bertugas untuk menjaga penyebaran Covid di masyarakat, apa yang seharusnya dilakukan agar tidak ada lagi kasus Covid dengan masih banyaknya masyarakat yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak? Dalam masa mudik ini tentu langkah tepatnya adalah melakukan larangan mudik.

Apakah ada jaminan jika larangan mudik diterapkan maka tidak akan terkena Covid atau Covid tidak akan meluas?

Tepatnya bukan ke jaminan tapi lebih tepatnya "Mencegah lebih baik daripada mengobati". Mencegah kerumunan dan pergerakan mudik masyarakat yang serentak tentu lebih baik daripada nantinya terjadi lonjakan kasus Covid kembali. Bayangkan jika daerah yang akan dituju sudah rendah atau nol kasus Covidnya lalu di karenakan adanya mudik daerah tersebut meningkat kembali angka penularan Covidnya tentu hal ini yang dijaga oleh pemerintah agar tidak terjadi hal yang demikian.

Mengapa wisata di Indonesia diperbolehkan sedangkan mudik dilarang?

Wisata domestik bukanlah merupakan pergerakan besar seperti mudik dan tidak semua orang bisa melakukan perjalanan wisata saat pandemi ini di karenakan faktor kemampuan ekonomi masyarakat saat pendemi menurun drastis. Masyarakat lebih cenderung menahan atau menunda wisata tetapi lebih memprioritaskan mudik.

Apakah pemerintah anti Islam, bukankah mudik lebaran idul fitri adalah tradisi Islam setahun sekali?

Tentu saja bukan. Ini demi keselamatan orang banyak, keselamatan masyarakat, semua, seluruh masyarakat Indonesia selamat dari virus Corona apapun agama, suku, ras atau golongannya. Ini adalah masalah nyawa. Memang benar hidup mati di tangan Tuhan tetapi kita manusia wajib menjaga nyawa, wajib berihktiar berusaha agar selalu sehat dan selamat.

Mengapa peraturan larangan mudik menyengsarakan rakyat kecil yang susah sedangkan orang besar atau orang kaya bebas mudik?

Peraturan dibuat untuk seluruh masyarakat, demi keselamatan, dan tidak ada niat pemerintah menyengsarakan rakyatnya. Mulailah dari diri kita sendiri patuh dengan peraturan untuk tidak mudik demi keselamatan bersama, keselamatan kita sendiri dan keselamatan orang-orang di sekitar lingkungan kita termasuk keselamatan orang tua dan keluarga kita di kampung. Dengan tidak mudik di saat lebaran maka memperkecil kemungkinan keluarga dan orang tua yang kita sayangi di kampung terkena penularan virus Covid.

Covid tahun depan masih ada sedangkan orang tua kita tahun depan belum tentu ada dan belum tentu panjang umur mengapa mudik bertemu orang tua dilarang pemerintah?

Semua orang mengalami kondisi yang sama. Saat pandemi virus Covid semua terkena larangan mudik sehingga semua orang yang berniat bertemu orang tuanya di saat hari raya idul fitri / lebaran tertunda atau tidak terlaksana. Apa yang seharusnya dilakukan? Berpikirlah terbalik dari pertanyaan di atas menjadi positif di dalam doa : "Semoga Corona hilang dan orang tua panjang umur sehingga saya dapat terus berkumpul bertemu dengan keluarga dan orang tua".

Sementara ini bertemu dengan sanak saudara dan orang tua di kampung halaman dapat dilakukan secara virtual baik menggunakan WhatsApp, zoom atau aplikasi lainnya.

Kesimpulan
Sebenarnya, tidak ada larangan bertemu orang tua. Ini adalah hanya masalah waktu. Anda dapat mudik pulang kampung atau apapun itu namanya untuk bertemu orang tua di saat pandemi ini asalkan tidak di saat libur lebaran karena di saat libur lebaran terjadi pergerakan massa mudik besar-besaran yang dapat menyebabkan kerumunan sehingga dapat menyebabkan peluang timbulnya penularan Covid yang sangat besar. Anda dapat pulang bertemu orang tua dan saudara di kampung halaman di luar masa mudik di mana di luar arus mudik atau di luar libur lebaran tidak ada larangan dari pemerintah untuk pulang kampung.

Angka penularan Covid di Indonesia memang saat ini mengalami penurunan dan pelarangan mudik adalah salah satu cara untuk makin menekan jumlah penularan virus Covid. Jangan sampai angka penularan melonjak lagi dengan adanya mudik.

Larangan pemerintah semata-mata adalah untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat atau warganya seperti yang dikutip dari status sosial media facebook milik Zayadi, seorang lurah di Depok Jawa Barat:
"Kenapa pemerintah baik pusat maupun daerah melarang mudik, bukber, maupun bentuk kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan, itu karena pemerintah sayang dengan warganya"



Ayam Geprek Enak di Depok Awondis